The Karawang Post - Karawang | Sebuah insiden bentrokan terjadi di kawasan kuliner Jalan Ir. Juanda, Karawang, pada Jumat (7/3). Aktivis Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Elyasa Budianto, bersama beberapa rekannya, mengalami dugaan serangan fisik dari sejumlah tukang parkir setelah mempertanyakan legalitas penutupan jalan untuk area kuliner.
Peristiwa ini berawal ketika Elyasa dan rekan-rekannya mendatangi lokasi dengan maksud meminta klarifikasi terkait penggunaan ruas jalan tersebut.
Namun, situasi menjadi memanas setelah beberapa tukang parkir yang berada di lokasi merasa tersulut emosi akibat pertanyaan yang diajukan.
Ketegangan pun berujung pada dugaan aksi kekerasan, di mana beberapa aktivis KAMI serta seorang wartawan yang tengah meliput kejadian tersebut turut menjadi korban serangan.
Reaksi Beragam atas Insiden Ini
Insiden ini menuai beragam tanggapan dari berbagai pihak. Salah satu yang angkat bicara adalah Humas Grib Jaya Jawa Barat, Djajat Sudrajat. Ia menyayangkan langkah yang diambil oleh Elyasa Budianto, yang menurutnya justru memicu ketegangan di lapangan.
"Kami menyesalkan adanya provokasi dari saudara Elyasa Budianto, yang akhirnya berujung bentrokan dengan para tukang parkir di lokasi. Seharusnya, jika ada pertanyaan soal izin, cukup bersurat kepada Bupati Karawang, bukan mendatangi pedagang atau tukang parkir yang jelas-jelas tidak memiliki kewenangan dalam hal ini," ujar Djajat.
Ia juga menyoroti dampak dari peristiwa ini, terutama bagi para tukang parkir yang kini harus berurusan dengan pihak kepolisian.
"Kasihan para tukang parkir yang hanya mencari nafkah. Akibat kejadian ini, beberapa dari mereka ditahan di Polsek Karawang. Jika sudah seperti ini, siapa yang akan bertanggung jawab terhadap keluarga mereka?" tambahnya.
Lebih lanjut, Djajat berharap aparat kepolisian dapat menindak secara adil, bukan hanya menangkap tukang parkir, tetapi juga mengusut siapa yang memicu keributan sejak awal. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kondusivitas, terutama di bulan suci Ramadan.
"Sebagai sesama Muslim, seharusnya kita bisa menjaga kesucian bulan Ramadan. Jika ada permasalahan, selesaikan dengan cara yang lebih elegan, seperti duduk bersama dengan pemerintah daerah, bukan dengan cara yang justru memicu ketegangan," pungkasnya.
Polisi Selidiki Kasus
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap insiden tersebut. Beberapa pihak yang terlibat telah dimintai keterangan untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.
Masyarakat pun berharap kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari, dan setiap permasalahan dapat diselesaikan melalui jalur yang lebih konstruktif.
• red
0 Komentar